Alasan memilih Single daripada Pacaran?

Aku hanya ingin mencintaimu dengan cara yang suci, dengan ketulusan yang mungkin tidak dimiliki oleh laki-laki lain, dan dengan restu dari seluruh semesta alam ini.

(H.F.R.)

Akan terlalu formal jika aku menjawab ini dengan alasan karena agama. Ada alasan yang lebih pribadi dan lebih berperasaan ketimbang berkata bahwa semua ini karena agama. Aku nggak pernah munafik kalo pengen banget punya pacar lagi. Dulu terakhir punya pacar udah lama banget, mantan aku cantik-cantik bahkan ada yang jadi model majalah. Mereka semua sekarang udah nikah. Aku dulu pacaran karena belum menemukan prinsip aku yang ini, yaitu untuk menganggap bahwa cinta itu adalah sesuatu yang serius dan jalannya pun harus serius.

Bermula dari filosofi tentang cinta, aku mencari tau filosofi tentang cinta. Apa itu cinta? Terkadang orang hanya menyebut itu tapi gak paham apa-apa yang dia ucapkan. Semua tentang filosofi ini tertulis di blog pribadi aku dalam beberapa artikel yang ditulis bertahap berdasarkan pengalaman dan buku yang aku baca.

Aku mulai mempelajari tentang ketulusan cinta yang bukan sekedar nafsu belaka, bukan bersumber dari kisah Romeo dan Juliet yang dielu-elukan tapi dari orang terdekat kita, yaitu orang tua. Cinta orang tua kepada anak-anaknya seperti mewakilkan cinta Tuhan kepada hambanya. 

Kamu tau apa inti utama dari cinta itu? Berusaha membahagiakan orang yang kita cintai tanpa harus berharap apapun. Tentu kalimat “cinta tak harus memiliki” adalah kalimat pelipur lara untuk mereka yang patah hati, tapi begitulah makna sebuah ketulusan. Orang tua yang mencintai anaknya selalu berusaha membahagiakan anaknya dengan segala cara, meskipun mereka tau ketika besar nanti mereka akan pergi meninggalkan mereka bersama pasangannya.

Jadi intinya aku memilih single atau taaruf untuk mencari pasangan. Karena aku hanya ingin membahagiakan dia yang aku cintai dengan cara yang benar. Aku ingin mencintainya untuk selamanya dengan restu dari Tuhan lalu semesta mengakuinya.

Pendapat aku tentang pacaran? Karena aku pernah punya pacar, aku tau gimana rasanya galau, bucin, dan patah hati. Tapi semakin aku mencari tau tentang semua itu aku menyadari bahwa galau yang aku derita, hanyalah galau yang sia-sia, Tuhan tidak meridhoinya, setan pun berbangga atas hal itu, hidupku semakin merana tanpa arah menjauh dari kehidupan yang normal. Ketika kita berduaan, dia terlalu nyaman, aku terlalu nafsu, bisa saja pada hari itu kita merusak masa depan kita, tapi aku bersyukur itu tak terjadi. Aku hampir saja melukai orang yang sangat aku cintai, bukan itu cinta yang seharusnya. Semua ini hanya akan berujung murka dari Yang Maha Kuasa. Aku harusnya bisa mencintaimu dengan cara yang lebih suci.

Mau tau yang lebih parah lagi? Rasa sakitnya masih terasa sampai sekarang, dan ini semua akibat dari berpacaran. Adik perempuan kesayangan aku (sepupu), dihamili oleh pacarnya di usia yg masih muda belum berumur 20 tahun. Kamu tau betapa sakitnya hati aku mengetahui hal itu? Dia dinikahkan dengan terpaksa, masa depannya hilang dalam sekejap.

Meskipun kita sering bertengkar karena dia keras kepala, tapi aku sangat menyayanginya, aku bantuin dia dengan memberikan laptopku biar dia bisa punya laptop. Dia senang sekali kalau aku peluk. Kita itu seperti saling sayang tapi suka berantem, terakhir pas dia PKL, ketika aku dateng ke kosannya dia ngerasa seneng banget. Tapi ya, ujungnya yang menyakitkan.

Setiap detik yang kamu lewati dengan berpacaran, semakin banyak kesempatan untuk saling menyakiti satu sama lain. Aku gak mau itu terjadi, aku ingin menunjukkan cara yang terbaik untuk mencintai kamu. Cara yang mungkin tidak familiar, tidak membuat semua orang nyaman, tapi percayalah bahwa semesta akan mendukung kita.

Kamu tau bagaimana aku berjuang? Aku belajar mencintai dan mengesampingkan egoku, tidak masalah jika aku mengalami seribu penolakan ataupun sakit hati asalkan aku bisa membuatmu bahagia dengan jalan yang aku tempuh. 

Aku hanya ingin mencintaimu dengan cara yang suci, dengan ketulusan yang mungkin tidak dimiliki oleh laki-laki lain, dan dengan restu dari seluruh semesta alam ini.

Itulah kenapa bagiku lebih baik Single daripada Berpacaran. 

Share Guys!!!

“Terlanjur Cinta” yang berbahaya

“Logika yang terbiasa terbuka lebar akan tertutup sedikit demi sedikit setiap kita menggunakan kata terlanjur sebagai alasan”

(H.F.R.)

Ini adalah puisi tentang terlanjur cinta:


“Terlanjur cinta” itu menyakitkan

“Terlanjur”-nya saja memabukkan

Apalagi cinta-nya yang mungkin masih tersimpan


“Terlanjur” sulit sembuh lewat pengobatan

Apalagi ke klinik TongFan(g)

Mungkin “terlanjur” dengan “terlanjur” lain bisa tergantikan

Tapi, apa mau “terlanjur” jika itu menyakitkan?


Sudah berapa yang jadi korban?

Mungkin sudah yang kesekian

Terlanjur memang terlalu riskan


Mungkin mampu memaafkan

Tapi apa mampu melupakan?

Sejenak pasti hadir kenangan

Yang diiringi dengan keheningan

Berhalusinasi dengan harapan

Lalu pupus dengan kenyataan


Bukan ragu mengucapkan

Tapi ragu untuk melakukan

Bukan ragu untuk menentukan

Tapi sulit untuk membahagiakan


Mungkin hanya butuh kesempatan

Pada waktu yang tak terbatas

Dengan ruang yang luas

Dan puisi ini berakhir

Dengan akhiran yang tak pas

Karena terlanjur bukanlah cara yang pas


Share Guys!!!

Cinta dan Pernikahan

“Cinta akan terasa indah jika datang pada waktu dan dengan cara yang tepat”

HFR

Sebelumnya saya telah menulis artikel tentang cinta, pada kali ini saya ingin menulis tentang hal yang lebih serius lagi, yaitu pernikahan. Tentu cinta yang dimaksud dalam artikel ini adalah cinta kepada lawan jenis, kepada sang kekasih, pujaan hati, yang selalu menyejukkan hati ketika ditatap. Cinta seperti ini akan menimbulkan benih untuk berujung pada ibadah dalam bentuk pernikahan atau juga bisa berujung pada kemaksiatan yang sangat terhina di muka bumi ini yaitu zina.

Hal yang membedakan dari kedua jenis cinta itu hanyalah penempatannya. Yang satu menempatkannya pada jalur yang benar, yang sesuai dengan kaidah islam dan moral yang berlaku. Sementara satu lagi meletakkannya pada nafsu belaka, tanpa memilah saat yang baik dan dengan cara yang benar, sehingga hanya menjadi celah untuk syaithan menghasut kita.

Ada kaidah yang paling penting dalam cinta agar tidak terjerumus kepada kemaksiatan. Pertama pada waktu yang tepat, dan yang kedua dengan cara yang benar.

Cinta pada waktu yang tepat adalah cinta yang sudah mekar, berbunga, berwangi harum, siap panen, yaitu ketika keteguhan hati sudah dipenuhi tekad untuk meniti hidup bersama-sama. Di waktu ketika pikiran sudah matang, sudah dewasa, dan mampu maka seharusnya untuk disegerakan menuju pernikahan. Di masa yang penuh akan fitnah, laki-laki maupun wanita yang sudah dewasa lebih mudah terjatuh ke dalam zina jika tidak disegerakan.

Waktu yang tepat ini juga yang membedakan cinta pada masa-masa kecil, ketertarikan yang tidak berdasar, dari sifat kekanak-kanakkan dengan kedewasaan, penuh pertimbangan, dan pertanggungjawaban. Itulah mengapa ketika belum pada waktu yang tepat, hindari tentang percintaan jenis ini, pendamlah rasa itu dalam-dalam, meskipun rasanya menyakitkan tapi itulah yang terbaik untuk dirimu dan dirinya di masa depan.

Jangan pernah ungkap cinta itu pada saat yang belum tepat. Bisa jadi dia yang ada di hati kita bukanlah jodoh kita, tetapi sudah ada pengganti yang lebih baik darinya. Rahasiakan itu, jauhkan dari fitnah, jangan sampai cinta seperti ini terbongkar kecuali tiba pada masa yang tepat untuk serius.

Ceritakanlah cintamu padanya, keluarganya, namun rahasiakanlah dari orang-orang yang tidak bisa dipercaya karena meskipun keseriusan itu sudah sampai ke level taaruf, belum tentu itu jodoh kita. Dan ketika waktu akad sebentar lagi sebarkanlah kabar gembira tentang cinta yang bersemi ini ke seluruh makhluk bumi.

Cinta hanya akan indah pada waktu yang tepat, jika cinta itu diungkapkan pada waktu yang tidak tepat maka hanya kerugian yang akan didapati. Merasakan galau, sunyi, hati gersang memikirkan gerangan kekasih hati, memanggil manggil namanya disetiap detik. Mengganggu kegiatan sehari-hari, memecah konsentrasi, hingga berujung pada semakin menjauhnya hati pada ilahi rabbi.

Cinta yang benar-benar layak pada masa birahi sangat melonjak, pada usia yang tepat, sekitar dua puluh hingga tiga puluh tahun, lebih dari itu akan semakin sulit untuk kompetitif dalam bersaing mencari jodoh.

Waktu yang tepat tidak akan berguna tanpa cara yang tepat, semua sungguh indah jika serba tepat. Menunggu waktu yang tepat tidak akan membuat jodohmu hilang, karena percayalah manusia sudah memiliki pasangannya semenjak ketika sebagai janin dan baru dibentuk. Mencintai dengan cara yang benar akan membuatmu jauh lebih tenang tanpa merasakan kegelisahan dan kegalauan secara berlebihan.

Lihatlah kekasihmu sebagai pendamping hidupmu, yang akan menemanimu, menua bersama dan merasakan manis getir bersama. Bukan sebagai orang yang hanya memuaskan nafsumu belaka. Kelak dia akan menua, kelak dia akan seperti kanak-kanak, kelak dia akan sakit, kelak dia lemah pula. Pandanglah dia sebagai bagian dari masa depanmu bukan pelampiasan nafsumu.

Pilihlah yang terbaik berdasarkan yang terbaik bagimu dan jangan percaya pada perkataan cinta itu buta. Carilah alasan terbaik untuk mencintainya, karena itu yang akan menguatkanmu nanti. Cinta yang buta hanya akan ada sejenak ketika masih muda, dan akan hilang setelah momennya terlupa.

Cinta buta akan membuatmu lebih sulit untuk berfikir jernih, mempertimbangkan yang terbaik selain dia meskipun seandainya dia bukan jodohmu. Jernihkanlah hatimu lalu pilihlah yang terbaik, boleh yang tercantik, yang kaya, yang sholehah, namun utamakanlah yang sholehah karena istri sholehah adalah perhiasan terindah dan terbaik di dunia yang akan menenangkan hatimu dan membuka jalanmu menuju surga.

Menikahlah karena setengah agamamu akan terlengkapi, lalu setengah lainnya bisa dijalani bersama-sama.

Share Guys!!!

Financial Freedom Planning

“Don’t make money, let the money makes it for you”

H.F. Ribay (Author)

To planning your financial freedom, you should do these steps:

  1. List your needs for living
  2. List your potential investments
  3. Calculate your investment plan
  4. Do your way to make it

Let’s go down by the list above!

1    List Your Needs For Living

If you want to achieve the financial freedom, the first thing to change is your mind. You should be aware of unneeded thing that you might buy from the internet or commercial ads. You have to figure out what you need and what not. Your plan will never work if you have no ability to control  your outcome. So this part i will talk about your living standard.

Some of you might want to have house, car, and other facilities. But it’s up to you how you manage to get them, and how to plan everything without ruining your financial freedom plan. Your lifestyle is the key to succeed your plan. Let’s talk about your living standard.

What you would buy every month? Do you have an apartment? Do you have a credit bill for home or car? Let’s see if you can standardize every single thing you need to plan, just list out all of them at first:

List of what i need in a month:

  1. Food and Beverages
  2. Apartment Monthly Paid/ Home Credit Bill
  3. Car Credit Bill
  4. Etc.

Then sum all prices, then you will get your outcome standard per month. In financial situation there are also some risks, if you too strictly make your outcome calculation to be as  minimum as it can, or as maximum as it can. Please considering to create a proportional calculation and adding some amounts for unpredictable cost. You never know what will happen in your future.

So now, let’s say if you got standard amount per month is 10million rupiahs (IDR). Then you should calculate your outcome for a year, which means it is 120million rupiahs.

Now remember your outcome standard each year then let’s get started with how to list your potential passive income.

2    List Your Potential Investments

Financial Freedom will be achieved if your passive income is equal as two times of your outcome standard. Now, to make it happen, we should first break down what investments are prospectful to achieve your financial freedom. I will not list any kind of investments here, you could learn from google what kind of investments are available in your country. And before investing your money, you should consider the risk and knowledgeable to learn the monetary instrument and regulation (might be a different for each country).

You need to list all investments you could do for all the time to reach the target. Now i will try to make out my list about what i have for investment plan. Here my list by priority:

Productive Land

Why i choose land as the biggest priority? Because Indonesia is an agricultural country. Means agricultural is still one of the most profitable business in here, also supported with the fertile soil under equator line. This is the highest passive income you could get per year, with rate of net income is 20-40% of your land price.  But you should aware of the credibility of the property developer, of course you don’t want your investment failed. Your land will be managed as a garden, planted with fruits or kind of wood, based on what regulations on developer side.

And also you can sell your land with the increased value for another time to time, which means you’re investing in two assets at one (land and it’s resources)

Gold

Is the most convertible asset with money. And the price of gold is always raising 4-5% per year. Which is not bad, but not so good. And the thing is your gold will never fallen in price for a long time investation. It keeps the value stable almost all time.

Cryptocurrency

Is the most volatile and very high risk investment, you need to be patient for getting the big income. It can turn out to being red investment with just a second (broke down). But you can get income until two times or even three times of your investment value here, but don’t forget the risk. And the last thing is if you’re a Moslem, this investment is a very debatable as halal or haram.

Deposito (Bank Savings)

Is another investment from banking system. It’s very debatable to know if its halal or haram, and mostly all clerics will say this is haram because we use the riba system to achieve more interests from loan. And thats what banking did. But you could get until 10% of your money depends on how much you spend for this investment. But since this is all about the money, be aware of inflation, year by year your money will decrease by value. And you never want your one million rupiahs can only get you a cup of coffee at Starbucks.

Stock Market

Now there a reksadana stock, which very low risk and easy to buy. This is not impossible to create an big income from here. Depends how your country’s economics growth, since Indonesia is a developement or industrial country, of course the economics will grow up each year. Which means your stock price will getting higer from time to time. Rate return of Reksadana i guess is 4% till 10% per year.

And that’s all just a few of many investments around the world, another example like debt securities, foreign exchange, peer to peer landing, etc. You can ask Master Google for that.

ONE POINT YOU SHOULD REMIND IN YOURSELF IS:

*** FOR ANY INVESTMENT YOU DID, YOU SHOULD BE PATIENT TO WAIT ALL THE TIME, JUST DO WHAT YOU USED TO DO AND DON’T EXPECT TO GET FAST BENEFIT FROM THAT BECAUSE ITS ONLY ABOUT TIME TO HARVEST  ***

3    Calculate Your Investment Plan

To achieve the financial freedom is more about your mindset. In my mind, i’m always saying that’s money is nothing, but everything is money. I never save my money as a flat money. I always save my money as a gold or to pay a bill, or get another investment. I only take my money as it needs to fulfilling my day only. The rest is in another form.

Because like what i’ve said before money is nothing, but everything is money. I need to convert all i have to be something.

From point 1.2 we know that, financial freedom will happens if your passive income is twice of your outcome. And we calculate the our standard outcome. Let’s say if my standard outcome is 10millions per month, then for a year is 120 millions.

Now we can calculate, for what amounts when our financial freedom comes. It should be twice of your outcome per year. So it is 240 millions rupiahs. That’s our passive income should we have per year. Then you choose your investment then calculate how much you invest to get financial freedom. In my case i choose productive land with minimum interest is 20%, so my target to achieve financial freedom equals as outcome divided by the interest is 240mi/20% or 1.2bi rupiahs.

 Ok, that’s my target to achieve. Let’s go to next part to breakdown that value.

4    Do Your Way to Make It

Now it’s a final part to make your dreams come true. Let’s calculate what you have to achieve in your way. For example you have salary from working fulltime and my salari is 20mi. You can calculate your investment per month as monthly salary minus monthly outcome. So because my outcome is 10mi and my salary is 20mi, i get net for investment is 10mi.

Then, do not forget that an interest from investment is always calculated as compound interest. Simply is a multiple interest per year that will be used as investment again. If you deposit amount is x, and the interest is 20%. You will get 1,2x by the end of year, and next year it becomes 1,44x, and so on. It multiplies itself with 120%.

Below is the formula to calculate for every investment each deposit (x)  and continue to save as deposit  each year with the same amount as first deposit( x0). With investment interest per year is α , and within n years.

Formula
Financial Freedom Formula

With your monthly investment 10mi or 120mi per year and yearly interest is 20%, you need only 5-6 years to achieve financial stability. How a crazy thing you will got just in few year.. 

So why not go investing your money..

Find me more on another writing

© Original Created By Heri Fauzan Ribay 2019
Share Guys!!!

Cerpen Fiktif: Di Atas Meja Makan

Di Atas Meja Makan

“Ayo, nak Heri silahkan makan yang banyak,.. jarang-jarangkan ke sini.” Ayahnya Fira berucap sambil memegang sendok dan secangkir kopi yang selalu dia bawa  dari tadi sore untuk menemaninya.

Suara sendok dan garpu bersautan dengan centong nasi yang digunakan oleh Ibunya Fira untuk mengambil nasi. Ibunya Fira membagikan piring yang sudah terisi nasi berukuran satu setengah centong kepadaku, Fira dan juga Ayahnya Fira. Sembari membagikan sepiring nasi, dia bertanya kepadaku: “Nak Heri, tumben datang kemari”.

“Iya, saya mau silaturahmi. Saya pengen tau kabar Bapak sama Ibu juga..” Kebetulan aku juga sudah lama tidak bertemu dengan keluarganya Fira karena menurutku Ayah dan Ibunya Fira sangat terbuka dan baik padaku.

“Gak kangen sama Fira??” Sambung Ibunya Fira sembari mendapat senggolan dari Fira yang duduk tepat disebelah kirinya. SepertinyaFira tampak malu dengan pertanyaan Ibunya tersebut. Aku paham jika Fira memang seorang gadis pemalu yang telah lama aku kenal.

Senja hari Fira dan keluarganya berkumpul di meja makan. Suasana tampak ceria penuh nostalgia saling menceritakan untuk memuaskan rasa penasaran mereka selama ini. Hari itu sangat berbeda karena aku datang untuk bersilaturahmi setelah sekian lama Fira dan keluarganya tidak pernah menerima kabar atau pun berita tentang kabarnya.

“Hahaha, kangen juga sih.” Jawabku cepat disambut oleh senyum Ayahnya Fira yang memperhatikan pembicaraan Ibunya Fira yang tidak pernah berhenti melempar pertanyaan kearahku.

“Maaf Nak, kalau tiga tahun lalu mungkin kamu masih gak enak hati. Bapak sama ibu juga gak bisa maksa Fira. Dia maunya gimana, Bapak sama Ibu nurut aja.” Tiba-tiba muncul sebuah pertanyaan dari mulut Ibunya Fira yang membuat suasana agak terdiam sejenak dan terlihat sedikit murung di wajah Fira.

“Mamah, jangan dibahas lagi dong.” Fira berkata kepada Ibunya dengan nada yang agak tidak mengenakkan. Sepertinya Ibunya Fira pun juga menyadari bahwa dirinya agak keceplosan menanyakan pertanyaan tersebut, saking asiknya melempar pertanyaan kepadaku.

“Gak papa kok, itu kan udah tiga tahun lalu.” Aku memberanikan diri untuk menjawab pertanyaan itu seraya berharap suasana kembali cair seperti sedia kala.

“Hmm,.. Udah, udah.. makan aja dulu..  ngobrolnya nanti.” Ayahnya Fira sepertinya tidak mau kalah untuk mengembalikan suasana agar kembali seperti sedia kala.

Kami pun makan hingga selesai, setelah itu aku pun memberanikan diri untuk bercerita tentang kejadian tiga tahun lalu.

“Saya mau jujur sebenernya tiga tahun lalu, saya merasa sedih. Tapi kan Bapak sama Ibu berusaha menghibur saya. Akhirnya sekarang saya bisa move on dan bisa ketemu Bapak dan Ibu lagi. Kebetulan aja dua bulan lalu tiba-tiba Fira ngirim pesan whatsapp ke saya. Saya kira dia udah lupa sama saya dan ngapus nomor saya di HP-nya.” Aku berusaha menuturkan mengapa aku bisa berniat untuk datang ke sini. Karena memang sudah lama aku tidak mengontak Fira.

“Nggak mungkin dong, Fira bukan yang kayak gitu. Dia baik kok anaknya, cuma mungkin agak gak enak mau ngirim chat ke Nak Heri. Nak Heri sekarang masih single??” Ibunya Fira menjawab dengan sangat yakin sembari memberikan pertanyaan yang agak membuatku spontan harus menjawabnya.

“Masih” Dengan cepat kujawab pertanyaan itu. Meskipun sebenarnya aku agak ragu harus menjawab apa.

“Kebetulan, ini Fira kan anak kita satu-satunya. Dia kerjanya galau terus kalo cerita ke Ibu. Terakhir dia tiba-tiba cerita kalo dia suka sama kamu, siapa tau kamu masih cinta sama dia.” Ibunya Fira akhirnya berkata jujur tentang apa yang sebenarnya ingin ia katakan dari tadi. Aku juga sudah menyadari bahwa tidak mungkin Fira tiba-tiba mengirimkan chat dan menanyakan kabarku yang sudah lama tidak bertemu dengannya. Sepertinya Fira tidak berani mengatakannya, dia terlalu pemalu untuk secara langsung mengungkapkannya dan meminta Ibunya untuk mengatakan hal tersebut.

“Iya, mungkin saya memang masih cinta sama Fira.” Aku menjawab perlahan pertanyaan Ibunya Fira terhadapku. Aku sadar salah-salah kata mungkin aku bisa mengecewakan perasaan mereka.

”Tapi tujuan saya kesini bukan untuk itu, saya mau ngasih ini ke Bapak atau Ibu.” Aku lanjut memberanikan diri memberikan secarik kertas berwarna kuning keemasan yang membuat Fira dan keluarganya tercengang. Kertas itu adalah sebuah undangan pernikahanku yang akan digelar satu bulan lagi.

Suasana meja makan menjadi terasa gelap meskipun diterangi oleh lampu ruangan yang berwarna terang. Fira perlahan-lahan menangis sejadi-jadinya mengetahui hal tersebut. Ibunya berusaha menenangkan Fira sembari berkata: “Maaf ya, Nak Heri. Ibu gak tau kalo kamu sudah punya calon”

Aku hanya bisa mengangguk mengiyakan dan tak bisa berkata apa-apa melihat seorang wanita yang dulu aku cinta, eh tidak, mungkin sampai saat ini aku masih mencintainya. Dia menangis di depanku dan aku tak bisa berkata apa-apa. Aku sama sekali tidak tau akan berakhir seperti ini, yang aku tahu aku hanya ingin menyampaikan surat undangan ini kepada keluarganya Fira, tanpa tahu ada niat lain dibalik kedatanganku di sini. Aku sangat menyesali dengan apa yang baru saja terjadi.

Kemudian Ibu mengajak Fira ke kamar, dia ingin agar Fira lebih tenang di kamarnya. Dari meja makan aku masih bisa mendengar suara tangisannya. Sementara di meja makan hanya tersisa aku dan Ayahnya Fira. Ayahnya Fira menarik nafas dalam-dalam kemudian melihat kearahku dan berkata: “Selamat ya, Nak. Semoga pernikahan kalian nanti langgeng. Maaf, kalau kamu harus melihat kejadian seperti ini.”

“Terima kasih, Pak.” Aku berusaha mengerti dengan perasaan yang mungkin dirasakan oleh Ayahnya Fira, dia mungkin kecewa dengan jawabanku tetapi dia berusaha bersikap fair dengan mengucapkan selamat atas pernikahanku. Kemudian kami berbincang agak panjang tentang Fira, nampaknya mungkin hampir dua jam kami hanya membicarakan tentang Fira saja. Terakhir dia titip pesan kepadaku: “Sebelum pulang, kamu bicara dulu dengan Fira. Sepertinya cuma kamu yang bisa membuat perasaannya lebih tenang.”

Sudah saatnya aku pamit, aku kembali ke ruang tamu untuk bersiap mengambil tas bawaanku. Dan di ruang tamu itu juga aku melihat Fira tampak matanya sembab dan agak menunduk. Aku harus memulai percakapan untuk menanggung apa yang telah kuperbuat padanya. Di suasana yang canggung, aku memecah kebuntuan dengan berkata: “Fir, maaf ya..”

“Aku gak bermaksud untuk membuat kamu sakit hati. Niat akukesini cuma mau ngasih surat undangan itu ke orang tua kamu.”
“Iya, gak papa.” Dia membalas dengan nada yang sangat pelan dibalut kesedihan yang masih terlihat diwajahnya.

Setelah terlihat Fira agak tenang aku melanjutkan.
“Kayak de Javu ya.. Tiga tahun lalu kamu menolak lamaran aku di sini, aku bahkan menangis di sini, sekarang kamu yang menangis. Kita sama-sama tau rasanya sakit hati kayak gimana.”
“Dulu kan kamu bilang kalo kamu belum mau menikah dan juga doain aku, semoga aku dapet wanita yang lebih baik. Sekarang giliran aku yang doain kamu, semoga kamu bisa menemukan laki-laki yang lebih baik dari aku.”


“Cinta dan kesempatan memang kadang-kadang gak beriringan, dulu pas aku cinta banget sama kamu, kamu gak pernah ngasih kesempatan ke aku. Sebaliknya kamu punya kesempatan untuk bersama aku, tapi kamu gak cinta sama aku. Sekarang ketika kamu cinta sama aku, kesempatan kamu udah gak ada.”
“Kamu jangan sedih, aku juga pernah ngerasain yang sama kok.Cuma bedanya sekarang aku udah move on. Kita harus sama-sama belajar dari rasa sakit yang kita rasakan.”


“Hari ini kamu boleh sedih sepuasnya, tapi besok kamu harus berpikir bahwa gak selamanya kamu bisa bersedih. Banyak orang yang mencintai kamu berharap kamu tetap bahagia, termasuk aku. Apapun yang terjadi, aku pengen kamu bahagia. Aku seneng kamu bisa mengontak aku setelah sekian lama kita perang dingin. Aku berharap ini tetap berlanjut, kalo ada apa-apa aku akan tetep mau bantuin kamu. Karena itu jangan sedih.”

— END —

Untuk backsound sembari menghayati isi bacaan, dengar lagu berikut ini:

Cinta dan Kesempatan memang terkadang tidak beriringan, karena itu kita harus belajar untuk menghargai keduanya.

H.F. Ribay
© Penulis: H.F. Ribay,  19-Nov-2018
Share Guys!!!